Kalimat tersebut sering beredar di media sosial, tetapi tidak ada bukti yang kuat dan dapat diverifikasi bahwa pernah mengucapkan secara persis:
"Seandainya disuruh milih ilmu tentang teknologi pesawat dan ilmu agama, saya milih ilmu agama menjelang ajalnya."
Makna kalimat itu sejalan dengan ajaran Islam, yaitu bahwa ilmu agama menjadi bekal utama menuju akhirat. Allah SWT berfirman:
"...Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jika ingin mengaitkannya dengan B. J. Habibie, lebih aman menggunakan redaksi seperti ini:
"Terlepas dari benar atau tidaknya kutipan yang beredar, kisah hidup B. J. Habibie mengingatkan kita bahwa setinggi apa pun ilmu dunia yang dimiliki, ilmu agama tetap menjadi bekal paling berharga saat menghadap Allah SWT. Teknologi dapat membawa manfaat selama hidup di dunia, sedangkan iman dan amal saleh menjadi bekal yang menemani hingga kehidupan akhirat."
Dengan redaksi seperti itu, kita tetap menyampaikan pesan yang baik tanpa menisbatkan ucapan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.



0 Comments