Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat


Ikhtiar Memantaskan Diri untuk Menjemput Jodoh yang Baik

Jodoh adalah ketetapan Allah SWT, namun Islam mengajarkan agar setiap hamba tetap berikhtiar. Salah satu ikhtiar terbaik adalah memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman, akhlak, ibadah, dan tanggung jawab. Dengan demikian, seseorang berusaha menjadi pribadi yang pantas mendapatkan pasangan yang saleh atau salehah.

Allah SWT berfirman:

"Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik."
(QS. An-Nur: 26)

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang baik. Jika menginginkan pasangan yang beriman dan berakhlak mulia, maka mulailah dengan memperbaiki diri sendiri.

Rasulullah ï·º juga bersabda:

"Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang kuat agamanya, niscaya engkau beruntung."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa agama adalah landasan utama dalam memilih pasangan. Karena itu, memperkuat ibadah, menjaga akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah merupakan bekal terbaik dalam menjemput jodoh.

Teruslah berdoa, berikhtiar, dan bertawakal. Jangan hanya sibuk mencari pasangan yang baik, tetapi berusahalah menjadi pribadi yang baik. Insya Allah, pada waktu yang telah Allah tetapkan, Dia akan mempertemukan kita dengan jodoh terbaik yang membawa keberkahan dunia dan akhirat.




 

Qana'ah: Kaya yang Sesungguhnya Ada di Hati

Qana'ah adalah sikap merasa cukup dengan rezeki yang Allah karuniakan, tanpa meninggalkan ikhtiar untuk meraih yang halal. Orang yang qana'ah tidak iri terhadap nikmat orang lain, tetapi senantiasa bersyukur dan percaya bahwa Allah telah membagi rezeki dengan penuh keadilan dan hikmah.

Allah SWT berfirman:

"Maka makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu yang halal lagi baik, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar hanya kepada-Nya kamu menyembah." (QS. An-Nahl: 114)

Allah juga berfirman:

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)

Rasulullah ï·º bersabda:

"Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah ï·º bersabda:

"Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang mencukupi, dan Allah menjadikannya qana'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya." (HR. Muslim)

Qana'ah menjadikan hati tenang, menjauhkan diri dari sifat tamak, serta menumbuhkan rasa syukur. Dengan hati yang qana'ah, seseorang akan lebih mudah menikmati hidup, memperbanyak ibadah, dan menggunakan rezekinya untuk kebaikan.

Semoga Allah SWT menghiasi hati kita dengan sifat qana'ah, menjadikan kita hamba yang selalu bersyukur, dan memberikan keberkahan pada setiap rezeki yang dianugerahkan. Aamiin.


 




 


"Allah sudah lupa kepada seseorang", karena Allah tidak pernah lupa.

Allah SWT berfirman:

"Tuhanmu tidaklah lupa."
(QS. Maryam: 64)

Dalam kehidupan, ada orang yang hidupnya tampak tenang dan ada yang dipenuhi berbagai ujian. Keduanya bukan ukuran apakah Allah mencintai atau membenci seseorang. Kenikmatan bisa menjadi ujian, sebagaimana kesulitan juga merupakan ujian.

Allah berfirman:

"Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 155)

Rasulullah ï·º bersabda:

"Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, niscaya Allah akan memberinya ujian."
(HR. Bukhari)

Karena itu, ketika mendapat ujian, jangan berputus asa. Bisa jadi Allah sedang membersihkan dosa, mengangkat derajat, dan menguatkan iman kita. Sebaliknya, ketika diberi kelapangan hidup, jangan lalai, tetapi perbanyak syukur dan ketaatan.

Mari jadikan setiap keadaan sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Dalam nikmat kita bersyukur, dalam ujian kita bersabar. Itulah sikap seorang mukmin yang akan selalu memperoleh kebaikan dengan izin Allah.



 


"Dekat sama Allah itu gratis. Jauh dari Allah itu yang mahal: bayarnya pakai gelisah."

Kalimat ini mengandung makna yang mendalam. Mendekat kepada Allah tidak memerlukan biaya, kedudukan, atau kekayaan. Yang dibutuhkan hanyalah hati yang ikhlas, taubat, zikir, doa, dan ketaatan kepada-Nya. Sebaliknya, ketika seseorang menjauh dari Allah, ia sering kehilangan ketenangan, meskipun memiliki harta, jabatan, dan kenikmatan dunia.

Allah SWT berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati bukan berasal dari banyaknya harta atau kemewahan, tetapi dari kedekatan kepada Allah.

Rasulullah ï·º juga bersabda:

"Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berzikir seperti orang yang hidup dan orang yang mati."
(HR. Bukhari)

Zikir, salat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa adalah jalan untuk mendekat kepada Allah. Semua itu dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang status atau kekayaan. Hasilnya adalah hati yang tenang, jiwa yang kuat, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Marilah kita memperbanyak amal saleh dan senantiasa menjaga hubungan dengan Allah. Sebab, semakin dekat kepada-Nya, semakin damai hati kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu mengingat-Nya dan memperoleh ketenangan di dunia serta kebahagiaan di akhirat.

"Ya Allah, dekatkanlah hati kami kepada-Mu, jadikan kami termasuk orang-orang yang selalu mengingat-Mu, dan anugerahkan kepada kami ketenangan serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin."




















 

 





PROGRAM EKONOMI KREATIF MASJID FIRDAUS MADIUN

"Dari Jamaah, Oleh Jamaah, untuk Memakmurkan Masjid dan Mensejahterakan Umat"

Latar Belakang

Masjid selama ini banyak bergantung pada infak dan donasi jamaah untuk membiayai kegiatan dakwah, operasional, dan sosial. Agar masjid semakin mandiri, diperlukan sebuah usaha yang halal, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Program Ekonomi Kreatif, Masjid Firdaus Madiun diharapkan memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan tanpa hanya mengandalkan donasi.

Bentuk Usaha

Program usaha yang dikelola oleh pengurus masjid antara lain:

  • Penjualan Air Mineral Amanah.
  • Depo LPG 3 kg (sesuai ketentuan yang berlaku).
  • Penjualan token listrik.
  • Penjualan pulsa telepon dan paket data.
  • Penyediaan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari jamaah.

Tujuan

  1. Mewujudkan kemandirian ekonomi Masjid Firdaus Madiun.
  2. Mengurangi ketergantungan terhadap donasi untuk operasional masjid.
  3. Memberikan kemudahan bagi jamaah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  4. Menggerakkan budaya belanja sambil bersedekah, karena setiap transaksi turut mendukung kegiatan masjid.
  5. Membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
  6. Memakmurkan masjid melalui kegiatan ekonomi yang halal, amanah, dan bermanfaat.

Pengelolaan Keuntungan

Keuntungan usaha dibagi secara transparan:

  • 40%/50 %masuk ke Kas Masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial.
  • 60%✓50% diberikan kepada pengelola usaha sebagai biaya operasional dan insentif pengelolaan.

Penutup

Program Ekonomi Kreatif Masjid Firdaus Madiun merupakan ikhtiar untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan dukungan jamaah dan pengelolaan yang profesional, insya Allah masjid akan semakin makmur, masyarakat sekitar semakin sejahtera, dan keberkahan akan dirasakan bersama.

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Mudahnya Meraih Pahala dalam Islam, Satu Huruf Pun Bernilai
  • Kebenaran Tak Boleh Diam, Teruslah Menyuarakannya
  • Dunia Hanya Persinggahan, Akhirat Tujuan Kehidupan
  • At-Takatsur: Saat Nikmat Dipertanyakan, Di Mana Kepedulian Kita?
  • Ujian adalah Tanda Allah Masih Membimbing Hamba-Nya

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • cangkrukan
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes