Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • About
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 



Kesuksesan dalam hidup bukan semata-mata ditentukan oleh bakat atau kemampuan yang besar, melainkan oleh kesungguhan, ketekunan, dan tekad yang kuat dalam berusaha. Dalam Islam, Allah menilai hamba-Nya bukan hanya dari hasil, tetapi dari usaha dan niat yang tulus.

Allah berfirman:
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menegaskan bahwa usaha yang sungguh-sungguh adalah jalan utama menuju keberhasilan dan kemuliaan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa konsistensi dan ketekunan lebih bernilai daripada kemampuan besar yang tidak diiringi kesungguhan.

Kesungguhan dalam berusaha merupakan bukti tawakal yang benar. Kita diperintahkan untuk berikhtiar sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dengan tekad yang kuat, kesabaran, dan doa, keterbatasan kemampuan dapat ditutup oleh pertolongan Allah.

Maka, jangan pernah meremehkan usaha kecil yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Karena dalam Islam, tekad yang kuat dan usaha yang istiqamah adalah jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.



 

 



"Jadilah seseorang yang berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari, dan tidak hanya menjadi orang yang baik di hari kemarin."

Dalam Islam, prinsip untuk terus memperbaiki diri setiap hari merupakan bagian dari iman dan tanda kesungguhan dalam beribadah. Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk menjadi baik, tetapi juga untuk terus berkembang dalam kebaikan, meningkatkan amal, akhlak, dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi.”

(HR. Al-Hakim)

Al-Qur’an juga mendorong umat Islam untuk berlomba dalam kebaikan dan meningkatkan amal saleh:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

(QS. Ali Imran: 133)

Ayat ini mengajarkan bahwa kehidupan seorang Mukmin adalah perjalanan menuju perbaikan, bukan stagnasi. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki niat, meningkatkan ibadah, memperhalus akhlak, dan memperbanyak amal kebaikan.

Allah SWT juga berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

(QS. Ar-Ra’d: 11)

Artinya, perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari diri sendiri, dari langkah kecil yang konsisten, seperti memperbaiki shalat, menambah ilmu, memperbanyak dzikir, dan menjaga lisan serta perbuatan.

Menjadi lebih baik setiap hari bukan berarti harus sempurna, tetapi berkomitmen untuk tidak berhenti bertumbuh. Dengan istiqamah, muhasabah (introspeksi diri), dan doa, seorang Muslim akan terus melangkah menuju ridha Allah SWT.



 


Kebahagiaanmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini, tentukan bahagia masa depanmu.
Kalimat ini sejalan dengan ajaran Islam bahwa manusia memiliki tanggung jawab atas pilihan dan amal perbuatannya, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

Al-Qur’an menegaskan bahwa perubahan hidup dimulai dari diri sendiri:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Kebahagiaan sejati bukan hanya tentang materi atau pujian manusia, melainkan tentang ketenangan hati yang dekat dengan Allah. Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kebahagiaan terletak pada sikap hati dan rasa cukup:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Apa yang kita tanam hari ini—niat yang ikhlas, usaha yang halal, kesabaran dalam ujian, dan syukur dalam nikmat—akan menentukan kualitas kebahagiaan kita di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal: berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang lapang.

Dengan demikian, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bergantung pada orang lain, melainkan buah dari iman, amal saleh, dan hati yang ridha terhadap takdir Allah.




 


Dikisahkan ada empat orang datang sowan kepada Syaikh Kholil Bangkalan.
Masing-masing membawa masalah berbeda dan berharap mendapat solusi khusus.

Namun, setiap orang yang mengadu, jawaban beliau selalu sama: “Perbanyaklah istighfar.”

Mereka pun heran.
Datang lagi untuk kedua kalinya, tetap jawabannya sama: istighfar.
Hingga akhirnya mereka bertanya, mengapa semua masalah solusinya hanya istighfar?

Lalu Syaikh Kholil menjawab dengan dasar Al-Qur’an, Surah Yunus, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi hati, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang beriman.

Maknanya:
Bahwa istighfar adalah kunci pembuka rahmat Allah, penawar kesempitan, dan jalan datangnya pertolongan.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10–12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu,
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Hikmah Kisah Ini

  • Banyak masalah manusia bersumber dari dosa dan kelalaian.
  • Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tapi juga pembuka rezeki, ketenangan, dan solusi hidup.
  • Terkadang kita mencari jalan keluar yang rumit, padahal Allah telah menyediakan kunci yang sederhana namun dahsyat.







 


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Yang terhormat para jamaah Masjid Firdaus,
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Masjid Firdaus membuka kesempatan bagi jamaah yang berkenan untuk berpartisipasi dalam penyediaan ta’jil berbuka puasa maupun konsumsi malam ganjil.

Bagi jamaah yang ingin berpartisipasi, mohon mengisi atau mendaftar pada Seksi Sosial (Ibu Hj. Eny Muhni) sesuai dengan kemampuan dan tanggal yang dipilih.

Catatan: Apabila pada satu hari yang sama jumlah telah mencapai kurang lebih 125 porsi, maka pendaftaran akan diarahkan ke tanggal lain atau diatur lebih lanjut oleh Seksi Sosial.

Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu jamaah, kami ucapkan terima kasih.
Jazaakumullaahu ahsanal jazaa’.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ta’mir Masjid Firdaus



 

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh para dermawan yang telah menginfakkan sebagian rezekinya demi kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menjadi pemberat timbangan kebaikan di hari akhir.

Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan rezeki yang halal dan berkah, kesehatan, ketenangan hati, serta pahala yang berlipat ganda. Mudah-mudahan apa yang telah diinfakkan menjadi saksi kebaikan di dunia dan akhirat, serta mendatangkan ridha dan kasih sayang-Nya.

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Undangan Isra Miraj masjid Firdaus Madiun
  • Infaq sedekah masjid Baitul Falah Madiun
  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Infaq Jumat berkah masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes