Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 


Ramadhan: Bulan Penuh “Obral” Pahala

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah limpahkan dengan rahmat, ampunan, dan pahala yang berlipat ganda. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

> “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia...”

(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan turunnya Al-Qur’an, bulan hidayah, dan bulan perubahan menuju ketakwaan.

Rasulullah ï·º bersabda:

> “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Muhammad, riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah ï·º juga menyampaikan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan Allah menyediakan satu malam istimewa, yaitu Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Bayangkan, satu malam ibadah setara dengan lebih dari 83 tahun!

Di bulan ini:

Shalat sunnah bernilai seperti shalat wajib di bulan lain.

Shalat wajib dilipatgandakan pahalanya.

Sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa semakin besar ganjarannya.

Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ramadhan benar-benar seperti “obral pahala” bagi orang yang bersungguh-sungguh. Namun, hanya mereka yang beriman, ikhlas, dan mengharap ridha Allah yang akan meraih keuntungan besar itu.

Maka, jangan sia-siakan Ramadhan. Perbanyak taubat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki diri. Jadikan Ramadhan tahun ini seolah-olah Ramadhan terakhir kita, agar setiap ibadah dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang meraih ampunan dan pahala berlipat ganda di bulan yang mulia ini. Aamiin. 🤲


 





Ramadan: Bulan Ampunan, Pahala Berlipat, dan Lailatul Qadar yang Agung

Ramadan bukanlah bulan biasa. Ia adalah bulan yang Allah muliakan, bulan di mana dosa-dosa diampuni dan pahala dilipatgandakan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi jalan menuju ketakwaan. Bahkan dalam hadis riwayat ï·º disebutkan:

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah momentum “dibersihkan”, seolah-olah kita memulai kembali dengan hati yang suci.

Pahala Dilipatgandakan

Rasulullah ï·º juga menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan. Dalam hadis riwayat ï·º:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.”
(HR. Muslim)

Ibadah wajib harus tetap dijaga dengan sempurna, sementara ibadah sunnah diperbanyak. Jangan sampai salat kita masih lalai, padahal Ramadan adalah waktu terbaik memperbaiki yang wajib sekaligus memperbanyak yang sunnah.

Malam yang Lebih Baik dari 83 Tahun

Allah juga menyiapkan satu malam istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)

Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Bayangkan, satu malam ibadah bisa bernilai seperti ibadah seumur hidup. Karena itulah Rasulullah ï·º semakin bersungguh-sungguh dalam sepuluh malam terakhir Ramadan.

Jangan Biasa-Biasa Saja

Ramadan bisa jadi kesempatan terakhir bagi kita. Tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadan berikutnya. Maka jangan jalani dengan biasa-biasa saja. Perbaiki salat, perbanyak sedekah, baca Al-Qur’an, dan hidupkan malam-malamnya dengan doa.

Semoga Ramadan kali ini benar-benar menjadikan kita hamba yang bertakwa, diampuni dosanya, dan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar. Aamiin.

 


Ramadan Seolah yang Terakhir: Menghidupkan Ibadah dengan Ikhlas dan Istiqamah

Bulan Ramadan adalah madrasah ruhani yang Allah ï·» hadiahkan kepada orang-orang beriman. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Maka, salah satu cara terbaik menghidupkan Ramadan adalah dengan menghadirkan perasaan: mungkin inilah Ramadan terakhir kita. Pikiran ini bukan untuk menakut-nakuti diri, tetapi untuk membangkitkan kesungguhan dalam beribadah.

Rasulullah ï·º bersabda dalam hadis riwayat :

“Shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah (shalat perpisahan).”

Maknanya, lakukan setiap ibadah dengan kesungguhan seolah-olah itulah kesempatan terakhir. Demikian pula puasa, tilawah Al-Qur’an, sedekah, qiyamul lail, dan doa—kerjakan dengan hati yang hadir, penuh harap dan takut kepada Allah.

Ramadan juga bulan pengampunan. Rasulullah ï·º bersabda (HR. dan ):

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas puasa tidak hanya pada menahan lapar dan dahaga, tetapi pada iman dan keikhlasan. Jika kita menganggap Ramadan ini yang terakhir, tentu kita akan lebih menjaga lisan, pandangan, hati, dan amal.

Istiqamah menjadi kunci. Allah berfirman:

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu.”
(QS. Hud: 112)

Istiqamah berarti konsisten dalam ketaatan, tidak hanya di awal Ramadan, tetapi hingga akhir—bahkan setelah Ramadan berlalu.

Maka, mari jalani Ramadan tahun ini dengan kesungguhan, seakan-akan ini kesempatan terakhir kita bersujud, beristighfar, dan menangis di hadapan Allah. Semoga dengan keikhlasan dan ketekunan, Allah menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan lebih baik. Aamiin.


 

































































Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Pencurian Kotak amal masjid Firdaus Madiun digagalkan
  • Ramadan, Kesempatan Emas yang Tak Datang Dua Kali”
  • Undangan Isra Miraj masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes