Al-Qur’an Menentang Kerusakan dan Keserakahan
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qasas ayat 77:
“Dan janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
Pesan ini mengingatkan bahwa kekayaan dan kekuasaan tidak boleh dijadikan alat untuk menindas, mengeksploitasi, atau merampas kesempatan hidup orang lain. Apabila kebijakan publik memperlebar ketimpangan, melemahkan pendidikan, dan menghambat mobilitas sosial, masyarakat berhak mengkritisinya secara terbuka, damai, dan berdasarkan bukti.
Mencerdaskan rakyat bukan ancaman bagi negara. Sebaliknya, rakyat yang berilmu akan lebih mampu mengenali ketidakadilan, mengawasi kekuasaan, serta menentukan masa depannya secara mandiri.
Alhamdulillah, maturnuwun Bu Darsi atas sedekah snack untuk kegiatan Ngaji Bareng tadi malam. Semoga setiap kebaikan menjadi amal jariyah yang mendatangkan keberkahan dan rida Allah SWT. 🤲
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Apa saja harta yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)
Rasulullah ï·º juga bersabda:
“Lindungilah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan (sedekah) separuh kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)
🌸 Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Sepotong snack yang disedekahkan dengan ikhlas dapat menjadi sebab kebahagiaan, mempererat persaudaraan, dan mengalirkan pahala di sisi Allah.
Baarakallaahu fiik, Bu Darsi. Jazaakillaahu khairan katsiiro. Semoga Allah menerima amal ibadah panjenengan, mengabulkan segala hajat yang baik, melapangkan rezeki, serta memberikan kesehatan dan keberkahan hidup.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. 🤲🌿
Allah Tidak Pernah Salah Waktu
Terkadang kita merasa doa belum dikabulkan, rezeki belum datang, atau harapan yang kita tunggu seakan tertunda. Namun, tertundanya pemberian Allah bukan berarti Allah menolak doa kita. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, pada waktu yang paling tepat.
Allah berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Rasulullah ï·º juga mengajarkan bahwa doa seorang mukmin tidak sia-sia. Doanya bisa dikabulkan, disimpan sebagai pahala di akhirat, atau Allah palingkan darinya suatu keburukan.
Maka, jangan kecewa ketika Allah menunda. Jangan berburuk sangka ketika Allah menahan. Tetaplah berdoa, bersabar, dan percaya kepada ketetapan-Nya.
Sebab kita hanya melihat apa yang kita inginkan, sedangkan Allah melihat apa yang benar-benar kita butuhkan.
Percayalah, jika Allah menunda, ada hikmah. Jika Allah menahan, ada perlindungan. Dan jika Allah memberi, pasti pada waktu yang terbaik. 🤲
KEMATIAN BUKAN AKHIR, TETAPI AWAL KEHIDUPAN YANG KEKAL
Kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Kematian adalah pintu menuju kehidupan baru, yaitu kehidupan akhirat, tempat setiap manusia mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia.
Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
(QS. Al-‘Ankabut: 57)
Dunia adalah tempat menanam amal, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasilnya. Harta, jabatan, dan kemewahan akan ditinggalkan. Yang menemani kita hanyalah amal dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)
Maka jangan takut kepada kematian dengan melupakan persiapan. Takutlah jika kematian datang ketika kita belum memiliki bekal. Perbanyaklah iman, ibadah, sedekah, memperbaiki akhlak, dan memohon ampun kepada Allah.
Kematian adalah awal kehidupan akhirat. Karena itu, mari kita persiapkan bekal sebelum pintu itu terbuka.
Istighfar bukan sekadar ucapan “Astaghfirullah”, tetapi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang mengakui kesalahan dan berharap ampunan Allah SWT.
Allah berfirman:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”
(QS. Nuh: 10–12)
Rasulullah ï·º juga bersabda bahwa siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari setiap kesusahan. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Maka ketika hati terasa sempit, urusan terasa berat, dan jalan kehidupan terasa buntu, jangan hanya mengeluh. Perbanyaklah istighfar. Semoga Allah mengampuni dosa, menenangkan hati, membuka jalan keluar, dan melapangkan rezeki dari arah yang tidak kita sangka.
Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih. 🤲