Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat


 

 



 

 


Allah SWT mengingatkan:

"Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-An'am: 32).

Ayat ini bukan berarti Islam melarang kita bekerja, belajar, atau mencari rezeki. Namun, Allah mengajarkan agar dunia tidak menjadi tujuan utama yang melalaikan kita dari mengingat-Nya. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir." (HR. Bukhari).

Seorang musafir tentu tidak akan terlalu sibuk menghiasi tempat persinggahannya. Ia akan lebih fokus mempersiapkan bekal menuju tujuan akhir. Demikian pula seorang mukmin, ia menggunakan nikmat dunia untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, bersedekah, membantu sesama, dan menjaga akhlak.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang bijak memanfaatkan kehidupan dunia sebagai ladang amal, sehingga kelak memperoleh kebahagiaan abadi di surga-Nya. Aamiin.

 


Islam adalah agama yang penuh rahmat dan memberikan begitu banyak peluang kepada setiap hamba untuk mengumpulkan pahala. Salah satu kemudahan itu adalah pahala membaca Al-Qur'an. Bahkan, pahala tidak dihitung per ayat atau per surat, tetapi per huruf yang dibaca.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan 'Alif Lām Mīm' itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)

Karena itu, seseorang yang baru belajar membaca Al-Qur'an, meskipun masih mengeja alif, ba, ta, tsa, tetap memperoleh pahala atas setiap huruf yang dibacanya. Bahkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala atas kesungguhannya dalam belajar (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah SWT juga berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi." (QS. Fathir: 29)

Jangan pernah merasa malu atau terlambat belajar Al-Qur'an. Setiap huruf yang keluar dari lisan adalah cahaya, setiap usaha adalah ibadah, dan setiap bacaan menjadi tabungan pahala di sisi Allah SWT. Mari luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an, karena jalan menuju surga bisa dimulai dari satu huruf yang kita baca dengan ikhlas.

 



Tiga Panggilan Allah SWT yang Tak Boleh Diabaikan

Dalam kehidupan, setiap Muslim akan menghadapi beberapa panggilan dari Allah SWT. Ada panggilan yang memerlukan kesiapan harta, ada yang membutuhkan kesiapan hati, dan ada pula yang datang tanpa bisa ditunda.

Pertama, panggilan haji. Allah SWT berfirman:

"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah." (QS. Ali 'Imran: 97)

Kemampuan di sini mencakup bekal, keamanan perjalanan, dan kesehatan fisik. Karena itu, haji diwajibkan bagi yang telah mampu.

Kedua, panggilan azan untuk salat. Setiap hari Allah memanggil hamba-Nya melalui azan: "Hayya 'alash shalah, hayya 'alal falah" (Mari menuju salat, mari menuju kemenangan). Namun, tidak sedikit yang merasa berat memenuhi panggilan ini, padahal salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Ketiga, panggilan kematian. Inilah panggilan yang tidak memandang kaya atau miskin, sehat atau sakit, tua atau muda. Allah SWT berfirman:

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)

Ketika ajal tiba, tidak ada seorang pun yang mampu menunda atau mempercepatnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf: 34.

Semoga kita termasuk hamba yang segera memenuhi panggilan azan, diberi kemampuan memenuhi panggilan haji, dan dipersiapkan dengan amal saleh sebelum datang panggilan terakhir, yaitu kematian. Aamiin.




 


"Kita selalu membersihkan rumah saat hendak mengundang tamu. Maka, lebih utama lagi kita membersihkan hati jika ingin mengundang rahmat, hidayah, dan pertolongan Allah SWT."

Islam mengajarkan bahwa hati adalah pusat keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati." (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah SWT juga berfirman:

"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88–89).

Hati yang bersih dipenuhi dengan iman, keikhlasan, tawakal, dan kasih sayang. Sebaliknya, hati yang dipenuhi iri, dengki, sombong, dan kebencian akan menjauhkan seseorang dari ketenangan dan keberkahan.

Marilah kita senantiasa membersihkan hati dengan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bertaubat, serta memaafkan sesama. Semoga Allah SWT menjadikan hati kita bersih sehingga layak menerima rahmat, hidayah, dan cinta-Nya.

"Hati yang bersih adalah tempat terbaik untuk hadirnya cahaya Allah."

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Lomba Lukis Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun
  • Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun: Merajut Iman, Mengukir Prestasi
  • Mudahnya Meraih Pahala dalam Islam, Satu Huruf Pun Bernilai
  • Serah terima hadiah utama Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun
  • Dunia Hanya Persinggahan, Akhirat Tujuan Kehidupan

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • cangkrukan
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes