Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat


 


 

 


Pahala Puasa Bisa Hilang? Waspadai Hal-Hal Ini!

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa adalah ibadah yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan penjagaan diri dari segala yang dilarang Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. : 183)

Tujuan utama puasa adalah takwa. Namun, ada perbuatan-perbuatan yang bisa menghilangkan bahkan menghapus pahala puasa, walaupun secara hukum puasanya tetap sah.

1. Berkata Dusta dan Berbuat Bohong

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)

Artinya, seseorang bisa saja menahan lapar, tetapi jika lisannya masih berdusta, pahala puasanya terancam hilang.

2. Ghibah (Menggunjing) dan Fitnah

Allah berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain...”
(QS. : 12)

Ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Betapa besar dosanya. Puasa seharusnya menjaga lisan, bukan justru memperbanyak gunjingan.

3. Marah dan Berkata Kotor

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa adalah perisai. Maka jika salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada yang mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa adalah tameng. Jika tameng itu ditembus oleh emosi, makian, dan amarah, maka pahala pun berkurang.

4. Riyaa’ (Pamer Ibadah)

Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman bahwa puasa itu khusus untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan membalasnya. Jika puasa dilakukan untuk dipuji atau dipamerkan, maka nilainya bisa gugur.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ibnu Majah)

Mari kita jaga puasa bukan hanya dari yang membatalkan secara fiqh seperti makan dan minum, tetapi juga dari dosa-dosa yang membatalkan pahala.

Semoga Allah menjaga puasa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa. Aamiin.




Suasana Ngopi Tadarus di Masjid Al Falah Josenan Madiun terasa begitu hidup dan penuh keberkahan. Di Masjid Al Falah Josenan, para santriwan dan santriwati duduk bersaf-saf membaca Al-Qur’an. Lantunan ayat suci terdengar merdu, saling bersahutan, menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Sementara itu, para orang tua duduk di serambi masjid. Secangkir kopi hangat menemani obrolan ringan mereka. Bukan sekadar menunggu giliran anak-anaknya mengaji, tetapi juga ikut merasakan nikmatnya suasana majelis Al-Qur’an. Hingga pukul 12.00 malam, masih terdengar sayup-sayup bacaan Al-Qur’an menggema dari masjid, menjadi tanda hidupnya malam dengan cahaya wahyu.

Suasana seperti ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

> “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

> “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
(QS. Fathir: 29)

Malam yang dihidupkan dengan Al-Qur’an adalah malam yang bercahaya. Anak-anak belajar mencintai Kalamullah, orang tua menanamkan teladan dan kebersamaan. Inilah gambaran masyarakat yang memuliakan Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:

> “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-A’raf: 204)

Semoga suasana tadarus di Masjid Al Falah Josenan Madiun menjadi wasilah turunnya sakinah, rahmat, dan keberkahan bagi seluruh jamaah. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Qur’ani, dan para orang tua mendapat pahala atas setiap huruf yang dibaca oleh putra-putrinya.

Kalau panjenengan berkenan, saya bisa tambahkan judul yang lebih menarik dan menyentuh untuk diposting di media sosial atau blog.


 


 

Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-nya.”
(HR. – riwayat dan )

Hadits ini menggambarkan betapa agungnya ibadah puasa di sisi Allah ﷻ. Ada dua momen bahagia yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan iman dan penuh keikhlasan.

1. Bahagia Saat Berbuka

Kebahagiaan pertama adalah ketika berbuka. Setelah menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, datanglah waktu berbuka sebagai nikmat yang nyata. Rasa syukur memenuhi hati, karena Allah telah memberi kekuatan untuk menyempurnakan puasa hari itu.

Allah berfirman:

“... dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ...”
(QS. , Al-Baqarah: 187)

Berbuka bukan sekadar menikmati makanan, tetapi merasakan karunia Allah dan keberhasilan menjalankan perintah-Nya.

2. Bahagia Saat Berjumpa dengan Allah

Kebahagiaan kedua jauh lebih besar dan abadi: saat bertemu dengan Allah di akhirat kelak. Puasa yang dijalankan dengan ikhlas akan menjadi sebab diampuninya dosa dan diangkatnya derajat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Allah berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. dan )

Ini menunjukkan betapa istimewanya puasa. Balasannya langsung dari Allah ﷻ, tanpa batas yang kita ketahui.

Semoga setiap lelah, lapar, dan dahaga yang kita rasakan menjadi jalan menuju dua kebahagiaan tersebut: bahagia di dunia saat berbuka, dan bahagia yang kekal saat berjumpa dengan Allah سبحانه وتعالى. Aamiin. 🤲










 

 



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Ngopi Berkah di Serambi, Lantunan Al-Qur’an Menggema di Masjid Al Falah Josenan Madiun”
  • Ramadan, Kesempatan Emas yang Tak Datang Dua Kali”
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • Laporan khas Masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes