Maulid Nabi Muhammad SAW: Wujud Cinta dengan Bershalawat
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Salah satu wujud cinta kepada beliau adalah memperbanyak shalawat.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Rasulullah SAW. Allah SWT menyebutkan bahwa Dia dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, kemudian orang-orang beriman diperintahkan untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)
Maka, memperbanyak shalawat bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi juga bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW yang seharusnya diwujudkan dengan mengikuti sunnah, meneladani akhlaknya, dan menjalankan ajarannya.
Mari jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
اللهم صل وسلم على نبينا Ù…ØÙ…د ï·º 🤲
🌸 Selamat untuk Mbak Pipit 🌸
Selamat atas langkah dan pencapaian barunya. Semoga menjadi awal dari perjalanan yang penuh kebahagiaan, kesuksesan, dan keberkahan.
Semoga segala urusan Mbak Pipit senantiasa dilancarkan, dimudahkan, dan diberkahi Allah SWT, serta setiap langkahnya membawa kebaikan dan manfaat bagi keluarga.
Selamat dan sukses selalu, Mbak Pipit! 🤲🌷
Salam hangat dan doa terbaik bersama keluarga besar BPK Purwadi.
Barakallahu fiik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kesuksesan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲✨
Rajin Bersujud, Tetapi Lisan Melukai Orang
Jangan sampai ibadah kita banyak, tetapi lisan kita sering melukai hati orang lain. Kita mungkin rajin bersujud, panjang berdoa, dan banyak membaca Al-Qur’an, tetapi semua itu seharusnya tercermin dalam akhlak dan cara kita memperlakukan sesama.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Ayat berikutnya menjelaskan bahwa perkataan yang benar akan menjadi sebab Allah memperbaiki amal-amal kita dan mengampuni dosa-dosa kita (QS. Al-Ahzab: 71).
Rasulullah ï·º juga bersabda:
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, jangan sampai dahi kita sering menyentuh sajadah, tetapi lisan kita membuat hati orang lain terluka. Jangan sampai doa kita panjang, tetapi ucapan kita membuat orang menangis.
Jagalah lisan, karena setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan. Lebih baik berkata lembut yang menenangkan hati daripada berkata tajam yang meninggalkan luka.
Semoga Allah menjadikan kita orang yang rajin beribadah, benar dalam perkataan, lembut dalam bersikap, dan selamatkan orang lain dari lisan serta tangan kita. Aamiin.
Teruslah Berbuat Baik, Meski Melelahkan
Kebaikan tidak selalu mudah. Terkadang kita merasa lelah, tidak dihargai, bahkan tidak mendapatkan balasan dari manusia. Namun, jangan pernah berhenti berbuat baik. Sebab, Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-Nya.
Allah SWT berfirman:
«“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. At-Taubah: 120)»
Rasulullah ï·º juga mengajarkan bahwa setiap kebaikan memiliki nilai di sisi Allah. Dalam hadits riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa Allah mencatat setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba.
Maka, ketika berbuat baik terasa melelahkan, ingatlah bahwa lelahnya akan berlalu, tetapi pahala dan kebaikan yang dicatat Allah akan tetap menjadi bekal untuk kehidupan akhirat.
Jangan berbuat baik hanya karena ingin dipuji manusia. Berbuatlah karena Allah. Tersenyum, membantu sesama, mengajarkan ilmu, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan meringankan beban orang lain—semuanya dapat menjadi amal yang bernilai di hadapan-Nya.
Teruslah berbuat baik. Jika manusia tidak melihat perjuangan kita, Allah Maha Melihat. Jika manusia tidak menghargai kebaikan kita, Allah tidak pernah melupakannya.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan dan menerima setiap amal kita sebagai bekal menuju ridha-Nya. Aamiin.

























