Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 


Kebenaran adalah cahaya yang menerangi kehidupan. Seorang Muslim tidak boleh menyembunyikan kebenaran, tetapi berkewajiban menyampaikannya dengan ilmu, hikmah, dan akhlak yang baik.

Allah SWT berfirman:

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran: 104)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat."
(HR. Al-Bukhari)

Dalam hadis lain, beliau bersabda:

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman."
(HR. Muslim)

Menyampaikan kebenaran bukan berarti bersikap kasar atau merasa paling benar. Islam mengajarkan agar dakwah dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl ayat 125.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah menyampaikan kebenaran, mengamalkannya dalam kehidupan, serta diberi keberanian dan keikhlasan untuk berdakwah demi mencari ridha-Nya. Āmīn.

 Setiap Nikmat Akan Ditanya: Sudahkah Kita Peduli kepada Sesama?



# Surat At-Takatsur: Muhasabah Harta dan Kepedulian kepada Sesama

Allah SWT berfirman:

"Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan."
(QS. At-Takatsur: 8)

Surat At-Takatsur mengingatkan manusia agar tidak terlena oleh persaingan mengumpulkan harta dan kenikmatan dunia. Semua nikmat yang Allah berikan kelak akan dimintai pertanggungjawaban: untuk apa harta itu digunakan, kepada siapa dibelanjakan, dan apakah menjadi jalan kebaikan atau justru mendukung kezaliman.

Dalam konteks kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Palestina, ayat ini menjadi pengingat untuk menggunakan nikmat yang Allah titipkan dengan penuh tanggung jawab. Doa, infak, sedekah, dan memilih cara berbelanja yang mencerminkan nilai-nilai keadilan merupakan bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah, tanpa mudah menghakimi pilihan orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga setiap nikmat yang Allah anugerahkan menjadi sarana untuk memperbanyak amal saleh, menolong sesama, dan meraih ridha-Nya. Karena pada akhirnya, setiap kenikmatan akan dipertanyakan di hadapan Allah SWT. Aamiin.


 

 



 

 


Allah SWT mengingatkan:

"Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?" (QS. Al-An'am: 32).

Ayat ini bukan berarti Islam melarang kita bekerja, belajar, atau mencari rezeki. Namun, Allah mengajarkan agar dunia tidak menjadi tujuan utama yang melalaikan kita dari mengingat-Nya. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir." (HR. Bukhari).

Seorang musafir tentu tidak akan terlalu sibuk menghiasi tempat persinggahannya. Ia akan lebih fokus mempersiapkan bekal menuju tujuan akhir. Demikian pula seorang mukmin, ia menggunakan nikmat dunia untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, bersedekah, membantu sesama, dan menjaga akhlak.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang bijak memanfaatkan kehidupan dunia sebagai ladang amal, sehingga kelak memperoleh kebahagiaan abadi di surga-Nya. Aamiin.

 


Islam adalah agama yang penuh rahmat dan memberikan begitu banyak peluang kepada setiap hamba untuk mengumpulkan pahala. Salah satu kemudahan itu adalah pahala membaca Al-Qur'an. Bahkan, pahala tidak dihitung per ayat atau per surat, tetapi per huruf yang dibaca.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan 'Alif Lām Mīm' itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf." (HR. At-Tirmidzi)

Karena itu, seseorang yang baru belajar membaca Al-Qur'an, meskipun masih mengeja alif, ba, ta, tsa, tetap memperoleh pahala atas setiap huruf yang dibacanya. Bahkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala atas kesungguhannya dalam belajar (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah SWT juga berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi." (QS. Fathir: 29)

Jangan pernah merasa malu atau terlambat belajar Al-Qur'an. Setiap huruf yang keluar dari lisan adalah cahaya, setiap usaha adalah ibadah, dan setiap bacaan menjadi tabungan pahala di sisi Allah SWT. Mari luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an, karena jalan menuju surga bisa dimulai dari satu huruf yang kita baca dengan ikhlas.

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Lomba Lukis Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun
  • Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun: Merajut Iman, Mengukir Prestasi
  • Mudahnya Meraih Pahala dalam Islam, Satu Huruf Pun Bernilai
  • Dunia Hanya Persinggahan, Akhirat Tujuan Kehidupan
  • Serah terima hadiah utama Gema Muharam Ceria Masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • cangkrukan
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes