Rajin Bersujud, Tetapi Lisan Melukai Orang
Jangan sampai ibadah kita banyak, tetapi lisan kita sering melukai hati orang lain. Kita mungkin rajin bersujud, panjang berdoa, dan banyak membaca Al-Qur’an, tetapi semua itu seharusnya tercermin dalam akhlak dan cara kita memperlakukan sesama.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Ayat berikutnya menjelaskan bahwa perkataan yang benar akan menjadi sebab Allah memperbaiki amal-amal kita dan mengampuni dosa-dosa kita (QS. Al-Ahzab: 71).
Rasulullah ï·º juga bersabda:
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, jangan sampai dahi kita sering menyentuh sajadah, tetapi lisan kita membuat hati orang lain terluka. Jangan sampai doa kita panjang, tetapi ucapan kita membuat orang menangis.
Jagalah lisan, karena setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan. Lebih baik berkata lembut yang menenangkan hati daripada berkata tajam yang meninggalkan luka.
Semoga Allah menjadikan kita orang yang rajin beribadah, benar dalam perkataan, lembut dalam bersikap, dan selamatkan orang lain dari lisan serta tangan kita. Aamiin.



























