Setan Tak Pernah Berhenti, Manusia Jangan Sampai Terlena
Allah SWT menjelaskan bahwa setan adalah musuh nyata bagi manusia. Karena itu, Allah memerintahkan agar manusia selalu waspada dan tidak mengikuti bisikan serta tipu dayanya. "Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu. (QS. Fathir: 6)
Salah satu cara setan menjauhkan manusia dari Allah adalah dengan membuat manusia lalai, malas beribadah, dan tenggelam dalam kelalaian. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ketika seseorang tidur, setan mengikat tengkuknya dengan beberapa ikatan. Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, satu ikatan terlepas. Jika berwudu, ikatan berikutnya terlepas. Dan jika ia salat, seluruh ikatan itu terlepas sehingga ia menjadi bersemangat dan berjiwa baik. Sebaliknya, jika tidak bangun untuk mengingat Allah, ia akan menjadi malas dan lesu. (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, Allah mensyariatkan salat sebagai sarana utama untuk selalu mengingat-Nya."Dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku."(QS. Thaha: 14)
Namun setan tidak pernah menyerah. Bahkan ketika manusia sedang salat, ia berusaha mengganggu kekhusyukan dengan membisikkan berbagai pikiran agar hati tidak fokus kepada Allah. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setan datang saat salat untuk membuat seseorang lupa terhadap apa yang sedang ia kerjakan.
Tugas setan sejak dahulu hingga hari kiamat adalah menjauhkan manusia dari Tuhannya. Sebaliknya, tugas manusia adalah terus mendekat kepada Allah dengan iman, dzikir, membaca Al-Qur'an, salat, dan amal saleh. Semakin sering seorang hamba mengingat Allah, semakin sempit kesempatan setan untuk menguasai hatinya.
Maka, jangan biarkan hidup berlalu dalam kelalaian. Bangunlah dari "tidur" hati, perbanyak mengingat Allah, karena kemenangan sejati adalah ketika hati selalu terhubung dengan-Nya.


































