Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • About
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 


Kebahagiaanmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini, tentukan bahagia masa depanmu.
Kalimat ini sejalan dengan ajaran Islam bahwa manusia memiliki tanggung jawab atas pilihan dan amal perbuatannya, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

Al-Qur’an menegaskan bahwa perubahan hidup dimulai dari diri sendiri:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Kebahagiaan sejati bukan hanya tentang materi atau pujian manusia, melainkan tentang ketenangan hati yang dekat dengan Allah. Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kebahagiaan terletak pada sikap hati dan rasa cukup:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Apa yang kita tanam hari ini—niat yang ikhlas, usaha yang halal, kesabaran dalam ujian, dan syukur dalam nikmat—akan menentukan kualitas kebahagiaan kita di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal: berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan hati yang lapang.

Dengan demikian, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bergantung pada orang lain, melainkan buah dari iman, amal saleh, dan hati yang ridha terhadap takdir Allah.




 


Dikisahkan ada empat orang datang sowan kepada Syaikh Kholil Bangkalan.
Masing-masing membawa masalah berbeda dan berharap mendapat solusi khusus.

Namun, setiap orang yang mengadu, jawaban beliau selalu sama: “Perbanyaklah istighfar.”

Mereka pun heran.
Datang lagi untuk kedua kalinya, tetap jawabannya sama: istighfar.
Hingga akhirnya mereka bertanya, mengapa semua masalah solusinya hanya istighfar?

Lalu Syaikh Kholil menjawab dengan dasar Al-Qur’an, Surah Yunus, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi hati, petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang beriman.

Maknanya:
Bahwa istighfar adalah kunci pembuka rahmat Allah, penawar kesempitan, dan jalan datangnya pertolongan.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10–12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu,
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Hikmah Kisah Ini

  • Banyak masalah manusia bersumber dari dosa dan kelalaian.
  • Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tapi juga pembuka rezeki, ketenangan, dan solusi hidup.
  • Terkadang kita mencari jalan keluar yang rumit, padahal Allah telah menyediakan kunci yang sederhana namun dahsyat.







 


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Yang terhormat para jamaah Masjid Firdaus,
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Masjid Firdaus membuka kesempatan bagi jamaah yang berkenan untuk berpartisipasi dalam penyediaan ta’jil berbuka puasa maupun konsumsi malam ganjil.

Bagi jamaah yang ingin berpartisipasi, mohon mengisi atau mendaftar pada Seksi Sosial (Ibu Hj. Eny Muhni) sesuai dengan kemampuan dan tanggal yang dipilih.

Catatan: Apabila pada satu hari yang sama jumlah telah mencapai kurang lebih 125 porsi, maka pendaftaran akan diarahkan ke tanggal lain atau diatur lebih lanjut oleh Seksi Sosial.

Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu jamaah, kami ucapkan terima kasih.
Jazaakumullaahu ahsanal jazaa’.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ta’mir Masjid Firdaus



 

Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh para dermawan yang telah menginfakkan sebagian rezekinya demi kemakmuran masjid dan kemaslahatan umat. Semoga setiap rupiah yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta menjadi pemberat timbangan kebaikan di hari akhir.

Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan rezeki yang halal dan berkah, kesehatan, ketenangan hati, serta pahala yang berlipat ganda. Mudah-mudahan apa yang telah diinfakkan menjadi saksi kebaikan di dunia dan akhirat, serta mendatangkan ridha dan kasih sayang-Nya.

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

 


Lebih Nyaman di Masjid daripada di Rumah: Tanda Iman Hidup

Bagi seorang mukmin, masjid bukan sekadar bangunan, tetapi rumah Allah yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan pendidikan ruhani. Tak heran jika banyak ulama mengatakan, “Masjid lebih baik daripada rumahnya sendiri.” Sebab di sanalah hati dibersihkan, iman dikuatkan, dan hubungan dengan Allah diperbaharui.

Allah ﷻ berfirman:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”
(QS. At-Taubah: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan seseorang dengan masjid adalah cermin keimanannya. Rumah boleh megah dan nyaman, namun masjid adalah tempat turunnya rahmat dan ampunan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat seseorang dengan berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan ini hanya didapatkan ketika seorang hamba melangkahkan kakinya ke masjid, meninggalkan kenyamanan rumah demi memenuhi panggilan Allah.

Bahkan dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid-masjid-Nya.”
(HR. Muslim)

Maka ketika hati merasa sempit, iman melemah, atau hidup terasa berat, masjid adalah tempat pulang terbaik. Di sanalah doa dilangitkan, air mata ditumpahkan, dan jiwa kembali dikuatkan.

Rumah menenangkan jasad, tetapi masjid menenangkan ruh.
Karena itu, bagi orang beriman, masjid sering terasa lebih indah, lebih damai, dan lebih dirindukan daripada rumahnya sendiri.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai masjid dan dimuliakan karenanya. Aamiin 🤍

 


Dalam ajaran Islam, kedudukan Rasulullah ﷺ adalah sebagai wasilah (perantara) yang Allah tetapkan untuk mendekatkan hamba kepada-Nya. Tidak ada jalan paling lurus menuju ridha Allah kecuali dengan mengikuti Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah.”
(QS. An-Nisā’ : 80)

Ayat ini menegaskan bahwa ketaatan kepada Rasulullah ﷺ adalah pintu utama untuk mencapai ketaatan kepada Allah SWT. Rasulullah ﷺ menjadi teladan sempurna dalam akidah, ibadah, dan akhlak, sehingga mengikuti sunnah beliau adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat.

Salah satu amalan paling agung untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah ﷺ adalah bershalawat. Bahkan Allah sendiri memerintahkan shalawat dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab : 56)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Shalawat bukan sekadar pujian lisan, tetapi ungkapan cinta, ketaatan, dan pengakuan atas kemuliaan Rasulullah ﷺ. Dengan memperbanyak shalawat, hati menjadi lembut, iman dikuatkan, dosa diampuni, dan doa lebih mudah diijabah.

Maka benar adanya, pintu menuju Allah SWT adalah dengan mengikuti Rasulullah ﷺ, dan pintu untuk semakin dekat kepada Rasulullah ﷺ adalah dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Semoga kita termasuk umat yang istiqamah mencintai Rasulullah ﷺ, menghidupkan sunnahnya, dan dimuliakan Allah dengan syafa’at beliau di hari kiamat. Āmīn. 🤍

 


Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Undangan Isra Miraj masjid Firdaus Madiun
  • Infaq sedekah masjid Baitul Falah Madiun
  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Infaq Jumat berkah masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes