Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 


Ramadan Seolah yang Terakhir: Menghidupkan Ibadah dengan Ikhlas dan Istiqamah

Bulan Ramadan adalah madrasah ruhani yang Allah ï·» hadiahkan kepada orang-orang beriman. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Maka, salah satu cara terbaik menghidupkan Ramadan adalah dengan menghadirkan perasaan: mungkin inilah Ramadan terakhir kita. Pikiran ini bukan untuk menakut-nakuti diri, tetapi untuk membangkitkan kesungguhan dalam beribadah.

Rasulullah ï·º bersabda dalam hadis riwayat :

“Shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah (shalat perpisahan).”

Maknanya, lakukan setiap ibadah dengan kesungguhan seolah-olah itulah kesempatan terakhir. Demikian pula puasa, tilawah Al-Qur’an, sedekah, qiyamul lail, dan doa—kerjakan dengan hati yang hadir, penuh harap dan takut kepada Allah.

Ramadan juga bulan pengampunan. Rasulullah ï·º bersabda (HR. dan ):

“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas puasa tidak hanya pada menahan lapar dan dahaga, tetapi pada iman dan keikhlasan. Jika kita menganggap Ramadan ini yang terakhir, tentu kita akan lebih menjaga lisan, pandangan, hati, dan amal.

Istiqamah menjadi kunci. Allah berfirman:

“Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu.”
(QS. Hud: 112)

Istiqamah berarti konsisten dalam ketaatan, tidak hanya di awal Ramadan, tetapi hingga akhir—bahkan setelah Ramadan berlalu.

Maka, mari jalani Ramadan tahun ini dengan kesungguhan, seakan-akan ini kesempatan terakhir kita bersujud, beristighfar, dan menangis di hadapan Allah. Semoga dengan keikhlasan dan ketekunan, Allah menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan lebih baik. Aamiin.


 

































































Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Pencurian Kotak amal masjid Firdaus Madiun digagalkan
  • Undangan Isra Miraj masjid Firdaus Madiun
  • Infaq sedekah masjid Baitul Falah Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes