Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat


 


 

Ngopi Sambil Menanti Tadarus: Menjaga Niat, Meraih Berkah

Menunggu giliran tadarus Al-Qur’an sambil menikmati secangkir kopi adalah hal yang mubah dan boleh saja. Islam adalah agama yang seimbang; menikmati rezeki Allah tidak dilarang selama tidak berlebihan dan tidak melalaikan ibadah. Namun yang terpenting adalah menjaga niat dan adab hati.

Rasulullah ï·º bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya.”
(HR. , diriwayatkan oleh dan )

Jika ngopi diniatkan untuk menjaga stamina agar kuat membaca Al-Qur’an, maka aktivitas sederhana itu bisa bernilai ibadah. Bahkan waktu menunggu pun bisa diisi dengan dzikir, istighfar, atau membaca ayat yang akan ditadaruskan.

Rasulullah ï·º juga bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. )

Tadarus bukan sekadar membaca, tetapi juga merenungi dan memperbaiki bacaan. Maka saat menunggu giliran, hendaknya kita menjaga adab: tidak bercanda berlebihan, tidak ghibah, dan tidak lalai dari tujuan utama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah.

Secangkir kopi boleh saja menghangatkan tubuh, tetapi Al-Qur’anlah yang menghangatkan hati. Semoga setiap langkah menuju majelis tadarus dicatat sebagai amal kebaikan dan setiap huruf yang dibaca dilipatgandakan pahalanya. Aamiin.





 


🕌 Adab Makan dengan Tangan Kanan dan Duduk dalam Islam

Makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga bagian dari ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan syariat. Islam mengajarkan adab yang mulia dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ketika makan.

1️⃣ Makan dengan Tangan Kanan

Rasulullah ï·º menegaskan pentingnya makan dan minum dengan tangan kanan. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ï·º bersabda:

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”
(HR. Muslim)

Dalam hadis lain, beliau bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila minum hendaklah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa menggunakan tangan kanan adalah bentuk ketaatan dan pembeda antara adab seorang muslim dan perilaku setan.

2️⃣ Makan dengan Duduk

Rasulullah ï·º juga mencontohkan makan dalam keadaan duduk dengan tawadhu (rendah hati). Dalam hadis riwayat , Rasulullah ï·º bersabda:

“Aku tidak makan sambil bersandar.”
(HR. Bukhari)

Sikap ini menunjukkan kesederhanaan, tidak berlebih-lebihan, dan menjaga adab di hadapan nikmat Allah.

3️⃣ Landasan dalam Al-Qur'an

Allah ï·» berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini menegaskan bahwa makan harus disertai adab, kesederhanaan, dan rasa syukur.

🌿 Penutup

Adab makan dengan tangan kanan dan dalam keadaan duduk adalah sunnah Rasulullah ï·º yang sederhana namun penuh makna. Ia melatih ketaatan, kerendahan hati, serta rasa syukur atas nikmat Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga adab dalam setiap aktivitas, sehingga setiap suapan menjadi pahala di sisi Allah ï·». Aamiin.

 


Sabar dan Shalat: Kunci Pertolongan dari Allah

Allah ï·» berfirman dalam :

"Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah: 153)

Ayat ini menjadi penegas bahwa dalam menghadapi setiap ujian hidup, dua senjata utama seorang mukmin adalah sabar dan shalat.

1. Sabar: Pondasi Kekuatan Iman

Sabar bukan sekadar menahan diri, tetapi kemampuan untuk tetap taat ketika sulit, tetap menjauhi maksiat saat tergoda, dan tetap ridha saat diuji. Allah menegaskan:

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
(QS. Az-Zumar: 10)

Dalam hadis riwayat ï·º yang diriwayatkan oleh , beliau bersabda:

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya... jika ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu baik baginya." (HR. Muslim)

Artinya, sabar menjadikan setiap keadaan bernilai pahala.

2. Shalat: Sumber Ketenangan dan Pertolongan

Shalat adalah penghubung langsung antara hamba dan Rabb-nya. Ketika hati gelisah, shalat menjadi tempat kembali. Rasulullah ï·º bersabda:

"Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat."
(HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan bahwa shalat bukan beban, tetapi sumber ketenangan dan kekuatan ruhani.

Dalam kondisi sulit, Nabi ï·º pun segera mendirikan shalat. Ini menjadi teladan bahwa pertolongan Allah dekat dengan orang yang menjaga hubungannya dengan-Nya.

3. Allah Bersama Orang yang Sabar

Janji Allah sangat jelas: “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Kebersamaan Allah (ma’iyyah) berarti perlindungan, pertolongan, dan bimbingan-Nya.

Maka ketika hidup terasa berat, jangan tinggalkan sabar dan jangan lalai dari shalat. Justru di situlah pintu pertolongan Allah terbuka.

Penutup

Sabar menguatkan hati.
Shalat menenangkan jiwa.
Keduanya adalah jalan menuju pertolongan Allah.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang sabar dan istiqamah dalam shalat, sehingga senantiasa berada dalam penjagaan dan pertolongan-Nya. Aamiin.


 


 

 


Pahala Puasa Bisa Hilang? Waspadai Hal-Hal Ini!

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa adalah ibadah yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan penjagaan diri dari segala yang dilarang Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. : 183)

Tujuan utama puasa adalah takwa. Namun, ada perbuatan-perbuatan yang bisa menghilangkan bahkan menghapus pahala puasa, walaupun secara hukum puasanya tetap sah.

1. Berkata Dusta dan Berbuat Bohong

Rasulullah ï·º bersabda:

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)

Artinya, seseorang bisa saja menahan lapar, tetapi jika lisannya masih berdusta, pahala puasanya terancam hilang.

2. Ghibah (Menggunjing) dan Fitnah

Allah berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain...”
(QS. : 12)

Ghibah diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Betapa besar dosanya. Puasa seharusnya menjaga lisan, bukan justru memperbanyak gunjingan.

3. Marah dan Berkata Kotor

Rasulullah ï·º bersabda:

“Puasa adalah perisai. Maka jika salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada yang mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa adalah tameng. Jika tameng itu ditembus oleh emosi, makian, dan amarah, maka pahala pun berkurang.

4. Riyaa’ (Pamer Ibadah)

Puasa adalah ibadah yang sangat rahasia. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman bahwa puasa itu khusus untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan membalasnya. Jika puasa dilakukan untuk dipuji atau dipamerkan, maka nilainya bisa gugur.

Rasulullah ï·º juga mengingatkan:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ibnu Majah)

Mari kita jaga puasa bukan hanya dari yang membatalkan secara fiqh seperti makan dan minum, tetapi juga dari dosa-dosa yang membatalkan pahala.

Semoga Allah menjaga puasa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa. Aamiin.

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Ngopi Berkah di Serambi, Lantunan Al-Qur’an Menggema di Masjid Al Falah Josenan Madiun”
  • Ramadan, Kesempatan Emas yang Tak Datang Dua Kali”
  • CONTOH Proposal PROGRAM PENGADAAN AC MASJID BAITUL FALAH JOSENAN MADIUN
  • Masjid Firdaus Madiun Peduli Sumatra Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat
  • Laporan kas Masjid Al Falah Josenan Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes