Dari Masjid
Ke Masjid

  • Home
  • Artikel
    • Tausiyah Subuh
    • Pengajian Ahad Pagi
    • Tolabul Ilmi
    • Khutbah Jumat
  • Tentang
    • Kami
    • Contact

Tausiyah Subuh

Tausiyah Subuh

Pengajian Ahad Pagi

Pengajian Pagi

Tolabul Ilmi

Tolabul Ilmi

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat

 

Istighfar bukan sekadar ucapan “Astaghfirullah”, tetapi bentuk kerendahan hati seorang hamba yang mengakui kesalahan dan berharap ampunan Allah SWT.

Allah berfirman:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”
(QS. Nuh: 10–12)

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari setiap kesusahan. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Maka ketika hati terasa sempit, urusan terasa berat, dan jalan kehidupan terasa buntu, jangan hanya mengeluh. Perbanyaklah istighfar. Semoga Allah mengampuni dosa, menenangkan hati, membuka jalan keluar, dan melapangkan rezeki dari arah yang tidak kita sangka.

Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih. 🤲

Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam kedermawanan dan kasih sayang kepada sesama. Ketika ada orang yang membutuhkan, beliau tidak mengajarkan kita untuk berpaling, tetapi untuk membantu sesuai kemampuan.

Allah SWT berfirman:

“Dan apa saja yang kamu infakkan dari kebaikan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah: 273)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Kisah tentang pengemis yang mendapatkan baju Rasulullah ﷺ mengandung pelajaran indah: jangan meremehkan pemberian yang kecil ketika diberikan dengan ikhlas. Bisa jadi sesuatu yang kita anggap sederhana menjadi jalan datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah.

Namun, kisah tersebut dengan rincian mukjizat orang buta yang kembali melihat perlu diperiksa kembali sumber hadisnya, sehingga sebaiknya tidak dinisbatkan sebagai hadis sahih tanpa penelitian sanad.

Yang pasti, Al-Qur'an dan hadis sahih telah banyak mengajarkan keutamaan bersedekah. Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya:

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Mari bersedekah dengan ikhlas. Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Karena terkadang, sedikit yang kita berikan dengan tulus jauh lebih berarti bagi orang yang sedang membutuhkan.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan, tulus bersedekah, dan gemar menolong sesama. Aamiin.


 


Cinta kepada Nabi Muhammad SAW, Perbanyak Shalawat

Mencintai ﷺ bukan hanya dengan ucapan, tetapi dengan mengikuti sunnahnya dan memperbanyak shalawat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Beliau ﷺ juga bersabda bahwa orang yang paling dekat dengan beliau pada hari Kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadanya. (HR. Tirmidzi)

Maka, mari basahi lisan kita dengan shalawat:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Semoga kelak di Padang Mahsyar, kita termasuk umat yang mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah ﷺ dan syafaat beliau dengan izin Allah SWT.

Perbanyak shalawat hari ini, semoga menjadi jalan cinta kepada Rasulullah ﷺ dan bekal menuju akhirat.


🌿 KHATAMAN AL-QUR’AN

MASJID FIRDAUS MADIUN

Mari hadir dan membaca Al-Qur’an bersama.
Ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk menyimak hingga selesai serta mengaminkan doa khataman.

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
QS. Al-Isra’: 9

🌿 Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
(HR. Bukhari)

🤲 AYO HADIR!

 Setiap Hari Jumat Malam 

Luangkan waktu untuk Al-Qur’an.
Datang ke masjid, raih keberkahan.

MASJID FIRDAUS MADIUN
Rumah Al-Qur’an • Rumah Keberkahan



 

 


Jangan malu ketika air mata jatuh karena mengingat dosa-dosa masa lalu. Menangislah… karena mungkin air mata itulah tanda bahwa Allah masih melembutkan hati kita.

Yang perlu ditakutkan bukanlah pernah berbuat dosa, tetapi ketika dosa dilakukan tanpa rasa bersalah, hati tidak lagi gelisah, dan maksiat terasa biasa saja.

Allah SWT berfirman:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga kedua matanya berlinang air mata. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, jika malam ini kita teringat kesalahan masa lalu, jangan hanya menangis—datanglah kepada Allah. Sujudlah lebih lama. Istighfarlah dengan hati yang benar-benar menyesal.

Katakan dalam hati:

“Ya Allah, aku telah banyak salah. Aku malu kepada-Mu. Aku tidak punya tempat untuk kembali selain kepada-Mu. Ampunilah aku dan jangan biarkan hatiku kembali jauh dari-Mu.”

Boleh jadi dosa itu membuat kita malu di hadapan manusia, tetapi taubat yang tulus dapat mengantarkan kita kembali kepada Allah.

Jangan malu menangis karena dosa. Malulah jika hati sudah tidak mampu menangis ketika mengingat dosa.

Sebab terkadang, air mata yang jatuh dalam penyesalan adalah awal dari sebuah perjalanan pulang kepada Allah.


 









 

Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Perbanyak Istighfar, Bukalah Pintu Rezeki dan Jalan Keluar
  • Nabi Muhammad SAW: Teladan Kemuliaan Sejak Kelahiran
  • Minggu Berkah
  • Persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Al Falaq Josenan
  • Khataman Al Qur'an di Masjid Firdaus Madiun

Categories

  • Al-Qur'an
  • Artikel
  • cangkrukan
  • General
  • Khutbah Jumat
  • Pengajian Ahad Pagi
  • Preaching
  • Tausiyah Subuh
  • Tolabul Ilmi

Ads



Copyright © Dari Masjid Ke Masjid Designed by OddThemes