Ngopi Berkah di Serambi, Lantunan Al-Qur’an Menggema di Masjid Al Falah Josenan Madiun”
Sementara itu, para orang tua duduk di serambi masjid. Secangkir kopi hangat menemani obrolan ringan mereka. Bukan sekadar menunggu giliran anak-anaknya mengaji, tetapi juga ikut merasakan nikmatnya suasana majelis Al-Qur’an. Hingga pukul 12.00 malam, masih terdengar sayup-sayup bacaan Al-Qur’an menggema dari masjid, menjadi tanda hidupnya malam dengan cahaya wahyu.
Suasana seperti ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:
> “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
> “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
(QS. Fathir: 29)
Malam yang dihidupkan dengan Al-Qur’an adalah malam yang bercahaya. Anak-anak belajar mencintai Kalamullah, orang tua menanamkan teladan dan kebersamaan. Inilah gambaran masyarakat yang memuliakan Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:
> “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-A’raf: 204)
Semoga suasana tadarus di Masjid Al Falah Josenan Madiun menjadi wasilah turunnya sakinah, rahmat, dan keberkahan bagi seluruh jamaah. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi Qur’ani, dan para orang tua mendapat pahala atas setiap huruf yang dibaca oleh putra-putrinya.




0 Comments