Shalat Bukan Sekadar Gerakan, Tapi Percakapan dengan Rabb”

 



Shalat Jangan Terburu-buru: Nikmati Dialog dengan Allah SWT

Shalat adalah ibadah yang agung. Ia bukan sekadar gerakan fisik, tetapi komunikasi ruhani antara hamba dan Allah SWT. Karena itu, Allah memerintahkan agar shalat ditegakkan dengan penuh kesungguhan dan kekhusyukan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”
(, QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Khusyuk berarti tenang, tidak tergesa-gesa, dan menghadirkan hati. Shalat yang terburu-buru akan menghilangkan makna dialog dengan Allah.

Rasulullah ﷺ juga menegur seorang sahabat yang shalatnya terlalu cepat. Beliau bersabda:

“Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu Nabi ﷺ mengajarkan agar setiap rukuk dan sujud dilakukan dengan thuma’ninah (tenang dan sempurna). Bahkan beliau bersabda:

“Seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud.”
(HR. Muslim)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
(, QS. Thaha: 14)

Shalat adalah momen mengingat Allah. Jika dilakukan dengan tergesa-gesa, bagaimana hati bisa benar-benar mengingat-Nya?

Maka jangan jadikan shalat sebagai beban yang ingin segera diselesaikan. Jadikan ia sebagai waktu istirahat jiwa, tempat mengadu, memohon, dan merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang khusyuk dan menikmati setiap sujud dalam shalat. Aamiin.

0 Comments