Lahir sebagai Muslim, Kapan Mengucapkan Syahadat?
Pertanyaan ini sangat baik. Memang banyak kaum Muslim yang lahir dari keluarga Muslim sehingga tidak memiliki momen khusus mengucapkan syahadat seperti seorang mualaf. Namun, dalam Islam, syahadat bukan sekadar ucapan pertama kali, melainkan ikrar keimanan yang harus diyakini dan diamalkan sepanjang hidup.
Bagi orang yang lahir dari keluarga Muslim:
- Ia dihukumi sebagai Muslim karena mengikuti agama kedua orang tuanya ketika masih kecil.
- Ketika telah baligh dan berakal, ia wajib membenarkan dan meyakini syahadat dalam hatinya serta menjalankan konsekuensinya. Walaupun tidak ingat kapan pertama kali mengucapkannya, keislamannya tetap sah selama ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah..." (QS. Muhammad: 19)
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap Muslim dituntut untuk mengetahui, meyakini, dan mengamalkan kalimat Lā ilāha illallāh.
Karena itu, tidak mengapa jika kita tidak mengetahui kapan pertama kali mengucapkan syahadat. Yang lebih penting adalah memperbarui keimanan kita setiap hari. Bahkan Rasulullah ﷺ menganjurkan agar kita sering memperbarui iman dengan memperbanyak mengucapkan kalimat:
Lā ilāha illallāh.
Jadi, bagi yang lahir sebagai Muslim, bukan berarti tidak pernah bersyahadat. Mungkin kita telah diajarkan mengucapkannya sejak kecil oleh orang tua atau guru. Yang terpenting sekarang adalah memahami maknanya, meyakininya dengan sepenuh hati, mengucapkannya dengan lisan, dan membuktikannya dengan amal saleh.

0 Comments