Ikhlas adalah ruh dari setiap amal. Amal yang tampak besar di hadapan manusia belum tentu bernilai di sisi Allah apabila dikerjakan untuk mencari pujian. Sebaliknya, amal yang sederhana namun dilakukan dengan hati yang ikhlas dapat menjadi sangat agung di sisi-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya..."
(QS. Al-Bayyinah: 5).
Riya adalah melakukan ibadah agar dilihat, dipuji, atau dihormati manusia. Karena itu Allah memberikan peringatan keras:
"Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya."
(QS. Al-Ma'un: 4–6).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya." (HR. Ahmad).
Ikhlas menjadikan hati tenang karena tujuan kita hanya mengharap ridha Allah. Sebaliknya, riya membuat hati selalu menunggu penilaian manusia. Orang yang ikhlas tidak sibuk menghitung pujian, tetapi sibuk memperbaiki niat.
Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari sifat sombong dan riya, serta menerima setiap amal yang kita lakukan semata-mata karena mengharap wajah-Nya. Āmīn.



0 Comments