Api Fitnah yang Membakar Pelakunya

 


“Barang siapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”

Fitnah adalah salah satu dosa yang sangat berbahaya dalam Islam. Fitnah bukan hanya menyakiti orang lain, tetapi juga merusak persaudaraan, menghancurkan kepercayaan, dan menebarkan kebencian di tengah masyarakat. Karena itu, Allah سبحانه وتعالى memperingatkan bahwa dampak fitnah jauh lebih besar daripada sekadar pertikaian biasa.

Allah berfirman:

“Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)

Ayat ini menunjukkan betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbulkan oleh fitnah. Satu ucapan yang tidak benar dapat menghancurkan kehormatan seseorang, memecah keluarga, bahkan menimbulkan permusuhan yang berkepanjangan.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar seorang muslim menjaga lisannya. Beliau bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang gemar menyebarkan fitnah sering kali mengira dirinya menang karena berhasil memengaruhi orang lain. Padahal, sesungguhnya ia sedang menumpuk dosa untuk dirinya sendiri. Keburukan yang ia sebarkan akan kembali kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Maha Mengetahui setiap ucapan yang keluar dari lisan dan setiap tulisan yang disebarkan oleh tangan.

Karena itu, sebelum berbicara atau menyebarkan suatu berita, hendaknya kita melakukan tabayyun (klarifikasi) sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 6. Jangan sampai kita menjadi penyebab rusaknya nama baik dan kehormatan saudara kita.

Mari menjaga lisan, jari, dan hati dari fitnah. Sebab orang yang menyalakan api fitnah sesungguhnya sedang menyiapkan kayu bakar bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang menjaga persatuan, menyebarkan kebenaran, dan mendamaikan manusia akan mendapatkan pahala dan kemuliaan di sisi Allah سبحانه وتعالى.

Semoga Allah menjaga kita dari dosa fitnah dan menjadikan lisan kita sumber kebaikan, bukan sumber kerusakan. Aamiin.

0 Comments