Pintu Menuju Allah SWT adalah Rasulullah SAW, dan Pintu Menuju Rasulullah SAW adalah Shalawat

 


Dalam ajaran Islam, kedudukan Rasulullah ﷺ adalah sebagai wasilah (perantara) yang Allah tetapkan untuk mendekatkan hamba kepada-Nya. Tidak ada jalan paling lurus menuju ridha Allah kecuali dengan mengikuti Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:

“Barang siapa menaati Rasul, maka sungguh ia telah menaati Allah.”
(QS. An-Nisā’ : 80)

Ayat ini menegaskan bahwa ketaatan kepada Rasulullah ﷺ adalah pintu utama untuk mencapai ketaatan kepada Allah SWT. Rasulullah ﷺ menjadi teladan sempurna dalam akidah, ibadah, dan akhlak, sehingga mengikuti sunnah beliau adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat.

Salah satu amalan paling agung untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah ﷺ adalah bershalawat. Bahkan Allah sendiri memerintahkan shalawat dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab : 56)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

Shalawat bukan sekadar pujian lisan, tetapi ungkapan cinta, ketaatan, dan pengakuan atas kemuliaan Rasulullah ﷺ. Dengan memperbanyak shalawat, hati menjadi lembut, iman dikuatkan, dosa diampuni, dan doa lebih mudah diijabah.

Maka benar adanya, pintu menuju Allah SWT adalah dengan mengikuti Rasulullah ﷺ, dan pintu untuk semakin dekat kepada Rasulullah ﷺ adalah dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Semoga kita termasuk umat yang istiqamah mencintai Rasulullah ﷺ, menghidupkan sunnahnya, dan dimuliakan Allah dengan syafa’at beliau di hari kiamat. Āmīn. 🤍

0 Comments