Lebih Nyaman di Masjid daripada di Rumah: Tanda Iman Hidup

 


Lebih Nyaman di Masjid daripada di Rumah: Tanda Iman Hidup

Bagi seorang mukmin, masjid bukan sekadar bangunan, tetapi rumah Allah yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan pendidikan ruhani. Tak heran jika banyak ulama mengatakan, “Masjid lebih baik daripada rumahnya sendiri.” Sebab di sanalah hati dibersihkan, iman dikuatkan, dan hubungan dengan Allah diperbaharui.

Allah ﷻ berfirman:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”
(QS. At-Taubah: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan seseorang dengan masjid adalah cermin keimanannya. Rumah boleh megah dan nyaman, namun masjid adalah tempat turunnya rahmat dan ampunan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat seseorang dengan berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan ini hanya didapatkan ketika seorang hamba melangkahkan kakinya ke masjid, meninggalkan kenyamanan rumah demi memenuhi panggilan Allah.

Bahkan dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi adalah masjid-masjid-Nya.”
(HR. Muslim)

Maka ketika hati merasa sempit, iman melemah, atau hidup terasa berat, masjid adalah tempat pulang terbaik. Di sanalah doa dilangitkan, air mata ditumpahkan, dan jiwa kembali dikuatkan.

Rumah menenangkan jasad, tetapi masjid menenangkan ruh.
Karena itu, bagi orang beriman, masjid sering terasa lebih indah, lebih damai, dan lebih dirindukan daripada rumahnya sendiri.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai masjid dan dimuliakan karenanya. Aamiin 🤍

0 Comments