Dzikir Fida
Dzikir Fida: Ikhtiar Doa untuk Almarhum dalam Tradisi Islam
Pengantar
Dzikir Fida adalah amalan dzikir dan doa yang biasa dilakukan oleh sebagian umat Islam, khususnya di Nusantara, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendoakan almarhum yang telah wafat. Dalam praktiknya, Dzikir Fida sering dilaksanakan pada momen tertentu, seperti hari ke-7, ke-40, ke-100, hingga seribu hari (1000 hari) wafatnya seseorang.
Meski istilah Dzikir Fida tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadits, substansi amalan ini—yakni dzikir, istighfar, dan doa untuk orang yang telah meninggal—memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Makna Dzikir Fida
Kata fida bermakna tebusan. Dalam pemahaman para ulama dan masyarakat, Dzikir Fida dimaksudkan sebagai doa dan dzikir yang dipersembahkan agar Allah memberikan ampunan, keringanan siksa, serta rahmat bagi almarhum.
Dzikir yang dibaca biasanya berupa:
Istighfar
Tahlil
Tasbih
Tahmid
Shalawat
Doa khusus untuk almarhum
Dasar Al-Qur’an tentang Doa bagi Orang yang Telah Meninggal
Allah SWT memerintahkan kaum beriman untuk mendoakan sesama muslim, termasuk yang telah wafat:
> “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…’”
(QS. Al-Hasyr: 10)
Ayat ini menjadi dalil kuat bahwa doa orang hidup untuk orang yang telah meninggal adalah amalan yang dianjurkan.
Hadits tentang Manfaat Doa untuk Orang yang Wafat
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa doa dari orang yang hidup sampai kepada orang yang telah wafat dan menjadi sebab kebaikan baginya.
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba di surga, lalu ia bertanya: ‘Dari mana ini?’ Maka dijawab: ‘Dari istighfar anakmu untukmu.’”
(HR. Ahmad)
Ini menunjukkan bahwa istighfar dan doa memiliki pengaruh nyata bagi almarhum.
Waktu Pelaksanaan Dzikir Fida
Islam tidak menetapkan waktu khusus seperti hari ke-7, ke-40, ke-100, atau ke-1000. Namun, penentuan waktu tersebut dipahami sebagai sarana menguatkan kebersamaan, mengingat kematian, dan memudahkan keluarga untuk berdoa secara kolektif, bukan sebagai kewajiban syariat.
Selama:
Isinya dzikir dan doa
Tidak diyakini sebagai kewajiban agama
Tidak mengandung unsur kemaksiatan
maka amalan tersebut masuk dalam wilayah kebolehan (mubah) dan kebaikan.
Hikmah Dzikir Fida
1. Menguatkan doa untuk almarhum
2. Menjadi pengingat kematian bagi yang hidup
3. Mempererat silaturahmi keluarga dan masyarakat
4. Menumbuhkan budaya dzikir dan istighfar
Dzikir Fida pada hakikatnya adalah ikhtiar doa dan dzikir kepada Allah SWT untuk almarhum. Walaupun istilah dan teknis pelaksanaannya merupakan tradisi, substansi amalan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah, selama tetap berada dalam koridor tauhid dan tidak diyakini sebagai ibadah wajib.
Semoga setiap dzikir dan doa yang dipanjatkan menjadi cahaya, ampunan, dan rahmat bagi mereka yang telah mendahului kita.
Aamiin.


0 Comments