Jangan Menyalakan Api Fitnah, Karena Asapnya Akan Kembali Kepadamu

 


Api Fitnah Membakar Pelakunya Sendiri

Fitnah adalah api yang sangat berbahaya. Ia mampu merusak persaudaraan, menghancurkan kepercayaan, bahkan memutus tali silaturahmi. Karena itu, Islam sangat keras memperingatkan umatnya agar menjaga lisan dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya…”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus berhati-hati sebelum berbicara atau menyebarkan berita. Sebab fitnah yang terucap bisa menjadi dosa besar yang akhirnya kembali mencelakakan pelakunya sendiri.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang tidak dipikirkan bahayanya, namun karena ucapan itu ia terjerumus ke dalam neraka lebih jauh daripada jarak timur dan barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang gemar menebar fitnah mungkin merasa menang sesaat, tetapi sejatinya ia sedang menyalakan api yang perlahan membakar dirinya sendiri—baik di dunia maupun di akhirat. Hatinya menjadi gelisah, hidupnya dipenuhi kebencian, dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap ucapan yang menyakiti orang lain.

Karena itu, mari menjaga lisan, memperbanyak tabayyun, dan menebarkan kebaikan. Sebab ucapan yang baik akan menjadi amal jariyah, sedangkan fitnah hanya akan menjadi bara penyesalan.

0 Comments