Ketika Kehilangan Mengingatkan Kita untuk Bersyukur
Kehilangan sering kali menghadirkan rasa sedih, bahkan keluhan yang tak henti. Kita sibuk meratapi apa yang telah pergi, hingga lupa bahwa dahulu kita pernah merasakan nikmat saat hal itu masih ada. Padahal, dalam Islam, sikap seperti ini diingatkan agar tidak berlebihan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini mengajarkan bahwa kunci menjaga nikmat adalah dengan bersyukur, bukan mengeluh.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam hal dunia), dan jangan melihat yang di atas kalian, karena itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Muslim).
Sering kali, kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu setelah ia hilang. Entah itu kesehatan, waktu, orang tercinta, atau kesempatan. Keluhan yang berlarut-larut justru menutup hati dari hikmah yang Allah titipkan di balik setiap kehilangan.
Dalam pandangan Islam, kehilangan bukan sekadar ujian, tetapi juga pengingat agar kita kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersyukur. Setiap yang kita miliki hanyalah titipan, dan suatu saat pasti akan kembali kepada-Nya.
Maka, ketika kehilangan datang, ubahlah keluhan menjadi doa, kesedihan menjadi kesabaran, dan penyesalan menjadi rasa syukur. Karena sejatinya, orang yang beriman adalah mereka yang tetap bersyukur saat diberi dan bersabar saat diuji.
Semoga kita termasuk hamba yang mampu menjaga nikmat sebelum ia hilang, dan mengambil hikmah setelah ia pergi. 🤲

0 Comments