Tetaplah Bersabar, Yakin, dan Berikhtiar
Tetaplah bersabar dengan Bismillah,
tetaplah yakin dengan Hasbunallah,
teruslah berikhtiar dengan keyakinan.
Dalam perjalanan hidup, seorang mukmin diajarkan untuk selalu memulai segala urusan dengan menyebut nama Allah. “Bismillah” bukan sekadar ucapan, tetapi peneguhan hati bahwa setiap langkah berada dalam pengawasan dan pertolongan-Nya. Allah berfirman:
“Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Anfal: 46)
Kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan iman. Saat beban terasa berat, seorang hamba menguatkan keyakinannya dengan “Hasbunallahu wa ni‘mal wakil”—cukuplah Allah sebagai penolong. Sebagaimana firman Allah:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. Ath-Thalaq: 3)
Namun Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha. Setelah doa dan tawakal, seorang mukmin diwajibkan untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ikatlah untamu, lalu bertawakallah.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya, keyakinan harus berjalan seiring dengan usaha nyata. Dengan Bismillah kita melangkah, dengan Hasbunallah kita berserah, dan dengan ikhtiar kita menjemput pertolongan Allah. Inilah jalan hidup seorang mukmin: tenang dalam sabar, kuat dalam iman, dan istiqamah dalam usaha.

0 Comments