Hati, Segumpal Daging Penentu Baik dan Buruknya Manusia
Hati, Segumpal Daging Penentu Baik dan Buruknya Manusia
Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang menjadi pusat penentu arah hidupnya. Dari sanalah lahir kebaikan atau keburukan, manfaat atau mudarat bagi orang lain. Segumpal daging itu adalah hati.
Rasulullah ﷺ menegaskan dalam sebuah hadis yang sangat masyhur:
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak diukur dari rupa, jabatan, atau kepandaiannya, melainkan dari kondisi hatinya. Hati yang bersih akan melahirkan akhlak yang baik, sementara hati yang kotor akan menjerumuskan manusia pada perilaku yang merusak diri dan sesama.
Al-Qur’an pun menegaskan bahwa keselamatan sejati bukan terletak pada harta dan kedudukan, tetapi pada hati yang bersih:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Maka, merawat hati adalah pekerjaan seumur hidup. Membersihkannya dari iri, dengki, dan kesombongan, serta mengisinya dengan keikhlasan dan kasih sayang. Sebab dari hati itulah manusia dinilai: apakah kehadirannya menjadi rahmat, atau justru membawa luka bagi sekitarnya.
Pada akhirnya, baik dan buruknya manusia, bermanfaat atau tidaknya hidup seseorang, semuanya bermula dari hati.
0 Comments